===== ". Selamat Datang dan Terima kasil anda telah mengunjungi Blog Pengawas Sekolah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ." ====== ". Bersama mencerdaskan anak bangsa ." ===== ". Email : mkpsboltim@yahoo.co.id ." =====

Rabu, 10 September 2014

Kreteria Ketuntasan Belajar Minimal (KKM) pada Kurikulum 2014

Berdasarkan panduan materi Pelatihan Pendampingan Kurikulum 2013 Kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM) untuk KI-3 dan  KI-4 adalah  B- (2.66) dengan demikian seorang peserta didik dinyatakan belum menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif. Sedangkan untuk KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara umum  berada pada kategori baik atau B (3.00) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.
Untuk lebih memahaminya silahkan lihat table Ketuntasan belajar berikut ini:
Predikat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
A
4     
4
SB
A-
3.66 
3.66
B+
3.33
3.33
B
B
3
3
B-
2.66
2.66
C+
2.33
2.33
C
C
2
2
C-
1.66
1.66
D+
1.33
1.33
K
D
1
1


Keterangan:         
SB = Sangat Baik,  B  = Baik,  C  = Cukup,  K  = Kurang

Berdasarkan tabel di atas, Pada KD untuk KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif. Seorang peserta didik dinyatakan sudah tuntas belajar dengan  menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif. Bagi peserta didik yang belum tuntas untuk kompetensi tertentu harus mengikuti pembelajaran remedial, sedangkan bagi yang sudah tuntas boleh mempelajari kompetensi berikutnya.
Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah atau belum tuntas menguasai suatu kompetensi dapat melihat posisi nilai yang diperoleh berdasarkan tabel konversi nilai berikut.
Konversi nilai akhir
Predikat
(Pengetahuan dan Keterampilan)
Sikap
Skala 100
Skala 4
86 -100
4     
A
SB
81- 85
3.66 
A-
76 – 80
3.33
B+
B
71-75
3.00
B
66-70
2.66
B-
61-65
2.33
C+
C
56-60
2
C
51-55
1.66
C-
46-50
1.33
D+
K
0-45
1
D

Apabila peserta didik memperoleh nilai antara 66 sd. 70, dia ada pada posisi predikat B- untuk kategori pengetahuan atau keterampilan. Artinya, peserta didik itu sudah mencapai ketuntasan dalam menguasai kompetensi tersebut.
Namun untuk KI-1 dan KI-2 peserta didik baru dinyatakan lulus apabila telah mencapai nilai antara 71-75 (skala 100) atau memiliki nilai 3.00 untuk skala 4 atau telah berada pada posisi B.
Dengan adanya ketentuan ini sesungguhnya untuk KI-3 dan KI-4, guru tidak usaha menghitung lagi KKM apabila nilai KKM-nya dipastikan di bawah nilai 66 sd 70 (skala 100) atau atau nilai di bawah (2.66) karena pemerintah sudah menetapkan KKM standar. Namun jika guru memprediksi atau akan menentukan KKM untuk KI-3 dan KI-4 di atas nilai tersebut tentunya harus didasarkan pertimbangan atau perhitungan yang matang. Begitu pula untuk penetapan KKM KI-1 dan KI-2.

Hal ini perlu saya ingatkan agar tidak terjadi lagi debat yang tak terselesaikan antara guru dengan kepala sekolah dan wakasek Kurikulum dalam penetapan KKM khusus pada sekolah terpencil atau yang ada di pedesaan. Dengan adanya ketetntuan tersebut sekalipun sekolah berada di pedesaan atau sekolah terpencil dengan sarana dan prasana yang sangat tidak memadai dan mungkin didukung guru yang belum professional KKM untuk KI-3 dan KI-4 harus B- setara dengan nilai 2.66 (skala 4) dan nilai 66 sd. 70 untuk skala 100.
Semoga bermanfaat bagi pembaca , terima kasih atas kunjungannya.


http://ainamulyana.blogspot.com


http://ainamulyana.blogspot.com/2014/09/ketuntasan-belajar-minimal-kkm-pada.html.#sthash.iXAIWUFX.dpuf

Selasa, 09 September 2014

Peran Kepala Sekolah, Guru dan Operator Sekolah dalam Dapodikdas 2014



Dalam Dapodikdas 2014, masing-masing individu yang memegang jabatan di Sekolah , memiliki perang dan tanggung jawab. Jadi tidak semua peran di serahkan kepada operator dapodik di Sekolah .
Berikut kewajiban masing-masing di sekolah dalam pendataan Pendidikan (Dapodikdas 2014)
  1. Peran Kepala Sekolah adalah sebagai pembagi guru mengajar di setiap rombongan belajar , mengawasi Operator Sekolah dalam pengisian Aplikasi Dapodik sekaligus penanggung jawab pengolahan data di sekolahnya masing-masing .
  2. Peran PTK/Guru adalah selain sebagai pengajar dan pelaksana , juga bertugas untuk mengisi formulir individual PTK dan mengecek kebenaran dan kelengkapan data individu yang dientri oleh operator dapodik .
  3. Peran Wali Kelas adalah mengkoordinir pengumpulan data untuk peserta didik sesuai kelas yang dipegangnya .
  4. Peran peserta didik  adalah mengisi formulir Peserta Didik dimana formulir diserahkan kepada orang tua untuk diisi secara lengkap.
  5. Peran Operator Sekolah adalah :
  • Menyebarkan formulir pendataan kepada Kepala Sekolah , Guru/PTK, dan Peserta Didik dalam rangka mendapatkan data untuk dientri kedalam Aplikasi Dapodik .
  • Mengentri data sesuai dengan data yang terisi di formulir pendataan .
  • Mengirim data ke server melalui Aplikasi Dapodik .
Demikian , semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca .